AkberBks8 – Mengejar Beasiswa

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina!

Itu kata pepatah kuno. Kalau kata anak-anak Akber Bekasi, tuntutlah ilmu sampai ke negeri mana pun di dunia, karena ada pemberi beasiswa!

Demi berbagi soal beasiswa, tanggal 29 September 2012 Akber Bekasi mengadakan kelas ke-8 bertema Mengejar Beasiswa. Kali ini yang berbagi adalah Suci Lestari Yuana alias Nana, penerima beasiswa S2 ke Perancis dari Total E&P Indonesia Scholarship 2011-2012.

Sekitar 60 murid datang dan menyimak isi kelas ini untuk mendapatkan bocoran-bocoran soal apa keuntungan mendapatkan beasiswa, bagaimana cara mendapatkannya, dan bagaimana sebaiknya kelakuan kita setelah meraih beasiswa.

Berhubung guru kita, Nana, saat ini terdaftar jadi mahasiswa di Paris, Perancis, dan di tahun 2006 meraih beasiswa 2 semester ke Korea Selatan, maka Nana bercerita dulu tentang senangnya bersekolah ke luar negeri. Gratis. Bikin mupeng yang menyimak deh.

Manfaat sekolah di luar negeri tuh banyak. Antara lain :

  1. Jaringan pertemanan makin luas, internasional pula.
  2. Kesempatan besar untuk magang di luar negeri. Pengalaman Nana adalah magang internasional di UN (United Nations).
  3. Mewakili Indonesia di dunia internasional. Jadi tidak cuma Putri Indonesia yang menjadi duta Indonesia di luar negeri. Kita yang siswa pun bisa!
  4. Jalan-jalan! Mumpung di luar negeri, sekalian saja traveling menjelajah tempat-tempat di sekitar sana. Lebih dekat, lebih irit ongkos (dibanding bayar tiket pesawat dulu dari Indonesia).

Setelah tahu manfaatnya sekolah di luar negeri, sekarang giliran tahu step by step untuk kuliah di luar negeri. Sekaligus mendapatkan beasiswa-nya.

  1. Persiapkan bahasa. Nilai TOEFL harus di atas 550. Sebelum ambil tes TOEFL, sebaiknya ikut kursus preparation. Soalnya tes TOEFL mahal, sekitar Rp 1,4juta! Jadi kalau belum yakin dapat skor TOEFL yang bagus, sebaiknya menunda ikut tes-nya sampai  siap. Oh iya, kunjungi situs http://www.toeflindonesia.com untuk mencari info TOEFL dan tes TOEFL online gratis!  Tapi untuk kepentingan daftar sekolah, tetap lho…. hasil yang dicari adalah hasil tes offline yang mahal itu :). Ayo semangat buat persiapan dan tes TOEFL-nya!
  2. Cari info sekolah dan beasiswa sebanyak mungkin. Cari sekolah2 terbaik untuk jurusan yang kita mau.  Kalau perlu, bikin daftar sampai 100 universitas. Saran :  pastikan dulu mau kuliah apa. Jadi beasiswa kita saring dari subjek kuliah itu.
  3. Tahu kapan deadline penyerahan dokumen. Semua harus disiapkan jauh-jauh hari. Jangan mepet.
  4. Networking. Cari rekomendasi yang OK. Biasanya profesor yang reputasinya baik untuk bidang yang kita tuju. Usahakan pemberi rekomendasi itu juga kenal kita.

Tambahan info, beasiswa tak hanya untuk program S1, S2 atau bahkan S3 lho. Ada juga beasiswa untuk program short-course, pertukaran pelajar, dll.

Setelah memilih sekolah dan beasiswa, sekarang kita menulis profil kita sendiri  atau sering juga disebut menulis personal statement. Berikut tips-nya:

  1. To the point dan spesifik. Misal:  Waktu SMA / S1 belajar apa? Terangkan secara singkat.
  2. Tonjolkan social skill.
  3. Beri info yang relevan.
  4. Hindari kesan negatif. Misalnya : bahasa yang buruk dan typo.
  5. Tunjukkan kalau kita orang yang positif, passionate dan bisa kerjasama.
  6. Pilih sesuatu yang berbeda untuk self-description. Pilih yang POWERFUL dan menarik. Misal: awali dengan menyatakan mimpi/cita-cita atau kelebihanmu, seperti “Saya ingin menjadi … dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkannya”.
  7. Tips menulis personal statement : cukup 2 halaman, menyebut cita-cita, alasannya, skill yang mendukung, serta rencana.

O iya. Contoh kata-kata dalam menulis profil untuk apply beasiswa : “I’m determined…”. Lalu daripada menulis “-holic” lebih baik menulis “passionate”.

Ini ada link mengenai seni menulis resume untuk melamar beasiswa.  

Kalau surat melamar beasiswa sudah dikirim dan meyakinkan pihak pemberi beasiswa, kita akan dipanggil wawancara. *horeeee!* Berikut tips menghadapi wawancara beasiswa :

  1. Show off your passion! Unsur “Why” harus jelas. Kenapa kita menginginkan beasiswa itu. Kenapa kita pantas mendapatkan beasiswa itu.
  2. Kalau ditanya ‘apa kelebihanmu?’. Biar kesannya rendah hati tapi tetap tinggi mutu, ceritakanlah pengalaman dan kondisi kamu yang berhubungan dengan kelebihan itu. Misalnya, kamu aktif di kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti……
  3. Kalau ditanya ‘apa kelemahanmu?’. Jawab saja yang jujur, lalu tambahkan “tapi….”. Misal: Saya belum menguasai  bahasa Perancis, tapi saya akan belajar keras supaya bisa menguasainya. Atau begini : Saya bisa bertahan hidup di Jakarta. Kalau bisa bertahan hidup di Jakarta, dijamin bisa hidup di negara manapun di dunia.
  4. Kalau dibuka sesi pertanyaan, bertanyalah! Tanyakan soal programnya, atau soal si interviewer (misal: Have you ever been there?). Ini gunanya biar si interviewer terkesan, ingat kita, dan siapa tahu karena itu dia akan panggil kita lagi ke tahap berikutnya.

Ada musuh besar pencari beasiswa. Yaitu MALAS! Baik itu malas cari sekolah, malah menulis cv, malas cari rekomendasi. Buanglah kemalasan itu jauh-jauh.

Saat sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan yang sempat kami rekam adalah :

T : Adakah  batas umur mendapatkan beasiswa?

J : Beasiswa kan macam-macam. Ada degree, ada non-degree. Ada yang bisa langsung sekolah, ada yang harus punya pengalaman kerja dulu. Carilah yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kamu.

T : Beasiswa itu identik dengan orang pintar ya? 

J : Kenyataannya, ada beasiswa belajar bahasa, khusus untuk mereka yang nilai TOEL-nya di bawah 500. Kalau sudah di atas 500 dilarang ikut beasiswa ini.

T : Apakah saat berangkat ke LN penerima beasiswa sudah mendapatkan uang beasiswanya? 

J : Menjadi penerima beasiswa juga mendorong kita untuk jadi negosiator. Bernegosiasilah agar saat kita berangkat kita sudah mendapatkan uang. Meski punya tabungan sebelum berangkat juga mutlak diperlukan.

T : Tips setelah kita di Luar Negeri untuk bersekolah. 

J : Harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain. Misal : Karena Nana berjilbab, maka sering ditanyakan soal Islam, kehidupan muslim/muslimah, halal-haram.

J : Harus siap menjawab pertanyaan soal Indonesia secara diplomatis.

J : Tetap jalin silaturahmi yang baik dengan pihak pemberi beasiswa. Biar mereka ingat kita, biar urusan kita lebih mudah.

Tak terasa, lebih dari 2 jam kelas berlangsung, dan malah makin seru. Tapi karena waktunya dibatasi, maka kelas diakhiri pukul 12 lewat.

Dont settle. Never stop improving. Perfection is unfinished process.

 Berbagi bikin happy!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s