Berani Jadi Penerjemah #AkberBks14

 

Kelas kedua di awal 2013 kali ini bertema profesi penerjemah. Tepatnya di tanggal 27 Januari 2013, Akademi Berbagi Bekasi bersama Pak Guru Riza Adrian berbagi pengetahuan di Restaurant Kopi Tiam Oey.

Yuk kenalan dulu sama Pak Gurunya..

BBlbmwICEAIw-TD

Guru kelas Akademi Berbagi Bekasi ke 14 kali ini adalah Riza Adrian, seorang penerjemah freelance sejak tahun 1995. Riwayat penerjemahannya adalah :

  • Pernah jadi  penerjemah di PT. Astra dan penerjemah Direktur PT Kumon.
  • Penerjemah untuk proyek seni dan film Jepang,  Antara lai:, penerjemah JPOP-ASEAN Concert, Research on Tenun Ikat by Obirin Univ, dan sejumlah acara Japan Foundation.
  • Penerjemah film seperti Pachinko dan Everyone’s Happy, serta film-film dokumenter Jepang .
  • Di tahun 2012, ia juga menjadi penerjemah untuk Keichi Hara, sutradara Doraemon & Crayon Shinchan the movie di Japan Foundation.

Kelas yang dimulai pukul 09.00 pagi ini, diawali cerita tentang Penerjemah formal, yaitu ia tentang penerjemah dokumen yang harus lebih teliti dari penerjemahan lainnya, karena bahasa tulisan dan bahasa lisan bisa berbeda artinya.

Selak beluk penerjemah

  • Sebelum menguasai bahasa asing, penerjemah harus menguasai bahasa ‘ibu’nya  dulu.
  • Jadi penerjemah itu, kita harus suka sama bahasa yang kita akan terjemahkan.
  • Tidak butuh menjadi jenius untuk menguasai bahasa asing, yang penting konsistensi dan ketekunan.
  • Penerjemah itu bagus atau tidak terlihat dari satu kalimat pertama.
  • Penerjemah itu adalah pekerjaan yang ‘sepi’, maksudnya sepi karena bekerjanya sendiri.
  • Jadi penerjemah kurang lebihnya sama seperti penulis, harus menguasai tata bahasa dengan baik.  Menjadi penerjemah bisa menambah wawasan tapi juga mendapatkan uang.
  • Menerjemahkan butuh konsistensi dan tidak bisa sembarang.
  • Kelebihan dari penerjemah tidak tersumpah, dibanding penerjemah tersumpah, adalah namanya tercantum di buku terjemahannya.

Di luar negeri, penerjemah tersumpah sangat penting. Karena di sana sertifikasi merupakan hal yang sangat penting. Di Jepang profesi penerjemah adalah profesi yang elite. Kalau di Indonesia? Di  Indonesia belum dianggap sebagai profesi resmi.

 Ini Tips Menjadi Penerjemah :
  1. Mulai tentukan bidang apa yang akan kita terjmahkan sastra, humaniora atau lainnya.
  2. Networkin. ini paling penting, karena dari networking kita bisa mendapatkan berbagai informasi penerbit dll
  3. Kulaitas terjemahan, Karen penerjemah adalah pekerjaan jasa hasil terjemahan kita juga harus bagus.
  4. Banyak-banyak cari referensi, seperti baca buku atau nonton film, supaya tahu tata bahasa dan penggunaanya
  5. Jangan terima pekerjaan dengan deadline yg mustahil.
  6. Jangan ragu untuk bertanya, karna malu bertanya sesat di jalan.

Sebelum menulis tetralogi Bumi Manusia, ternyata Pramoedya Ananta Toer itu seorang penerjemah buku.

“Para pengarang hanya menulis karya sastra dlm bahasa ibunya.tetapi sesungguhnya sastra dunia adalah ciptaan para penerjemah”-Jose Saramago-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s