“Lean” dalam Berwirausaha

Lean? Kalo di kamus online sih salah 1 artinya ‘containing little excess’ alias nggak banyak hal yang kebuang-buang, gitu. Kalo Lean dalam dunia usaha gimana? Mau tau?? Ayok belajar ilmu “lean” ini bareng-bareng. 

Ilmu ini merupakan topik kedua di kelas #AkberBks21 tanggal 14 September 2013 di rumah Pak Barra. Gurunya Wisnu Dewobroto alias Mas Nu.

AkberBks 21 foto Mas Nu

Mas Nu ini adalah seorang Dosen di Universitas Trisakti, praktisi di bidang bisnis manajemen, SEO certified, search engine marketing dan Lean “stuf”.

Nah , apa itu lean?? Nantiiiii… Baca aja dulu… 🙂

Mas Nu ini memulai usaha sejak 1999 dengan menjual jaket di trotoar istora Senayan.  Saat ini usaha yang Mas Nu jalankan antara lain Resto Sami Kuring, GM Valuta (money changer), Rekacipta Amerta dan masih banyak lagi. Woww.. kerenn …!!

Kunci dari kewirausahaan adalah “Creativity, Innovation and Value”.

KREATIVITAS

Merupakan kemampuan melakukan sesuatu yang berbeda dan tidak biasa. Inget banget kan dulu zaman SD kalo di suruhh gambar pemandangan itu pasti ada dua gunung, terus di tengahnya ada matahari dan di depannya ada jalan atau sawah-sawah? Mas Nu meminta kita untuk menggambar muka teman kita sebelahnya sekreatif mungkin. Seru liat para akberian berusaha menggambar muka teman sebelahnya!

INOVASI

Adalah “implementation of something new” dan inget untuk menciptakan value untuk konsumen kita. Mas Nu mengatakan bahwa dalam bisnis kita harus SALAH dulu sebelum akhirnya benar dan berhasil. Inget kan dulu Teks Proklamasi aja ada coretannya sebelum akhirnya menemukan kata yang pas.

Naah! Sekarang masuk ke “LEAN”.

Lean menunjukkan bahwa konsumen merupakan bagian terpenting dalam line produksi.

Dalam bisnia pasti akan menimbulkan “waste”, nah LEAN ini intinya membuang pemborosan dan belajar dari kegagalan yang sudah ada. Intinya dalam membuat bisnis adalah:

make assumption –> find the riskiest one –> get out the building.

Teruslah bertanya. Untuk bertanya, orang dewasa kalah dengan anak kecil lho. Mereka selalu bertanya apapun tanpa takut salah atau terlihat bodoh. Selalu bertanya pada konsumen, tanya keinginan mereka. Bertanyalah bukan pada orang terdekat namun pada orang lain, sehingga bisa lebih objective dalam menilai.

Fail fast, Succeed faster….. Start small, Stay small (stay humble) . 

– @suzieicus –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s