#AkberBks53: Social Enterpreneurship

“Just do it!”

Kalimat sederhana namun penuh arti ini yang membuat Mbak Susi Sukaesih, seorang social enterpreneur, memulai usahanya untuk meningkatkan taraf hidup anak-anak yang terancam putus sekolah dari keluarga pra sejahtera.

Di kelas Akademi Berbagi Bekasi ke 53 yang dilaksanakan hari Sabtu, 20 Mei 2017 lalu, Mbak Susi yang kerap dipanggil Icus ini dengan sangat bersemangat menjelaskan bagaimana sesungguhnya seorang social entrepreneur bisa menjalankan usaha.

Bagi Mbak Susi yang sudah menjalankan kegiatan sosialnya sejak 2012 ini, usahanya tidak pernah kenal kata mudah. Berawal dari kesedihannya karena salah satu muridnya terancam putus sekolah,  Mbak Susi berniat untuk membuat sekolah sendiri. Dia ingin membuat sebuah lembaga pendidikan yang dapat membantu anak-anak yang putus sekolah di daerah tempat tinggalnya di Bekasi agar tetap dapat menuntut ilmu.

Setelah menjalankan sekolahnya yang diberi nama ITACO Mbak Susi tidak sedikit menghadapi tantangan besar. Mulai dari penolakan orang tua murid,  sampai ketiadaan dana untuk terus melanjutkan kegiatan sekolah. Berangkat dari itu semua Mbak Susi akhirnya memiliki ide untuk membuat sebuah kegiatan yang berbasis wirausaha. Dalam pikirannya, dengan membuat kegiatan wirausaha di sekolah anak-anak akan belajar tentang bagaimana menjadi mandiri hingga tidak perlu diganggu sekolahnya dan bisa juga membantu keuangan sekolah. Lalu terciptalah sebuah kegiatan bernama Siswa Wirausaha yang sekarang ini walau dengan jatuh bangun tetap bisa mempertahankan eksistensisnya. Bahkan Siswa Wirausaha bisa merambah ke berbagai sektor dari bisnis design sampai menjahit  baju dan tas.

Sebagai seorang social entrepreneur tak jarang Mbak Susi harus merasakan kegagalan. Dalam kisahnya yang dibagikan di kelas, diceritakan bahwa Siswa Wirausaha sendiri sudah menjalankan berbagai bisnis,  dari mulai es krim rujak sampai kripik kentang,  tidak semua berhasil tapi dari situ Mbak Susi bisa memperlihatkan konsistensinya.

Ada beberapa cara bagaimana agar bisa menjadi seorang Social  Entrepreneur menurut Mbak Susi:

  1. Ketahui apa yang menjadi passion sosialmu
  2. Identifikasi masalah sosial yang ada di sekitar
  3. Lakukan saja
  4. Hadapi dan cari solusi
  5. Gunakan social media
  6. Kolaborasi dan networking
  7. Cari role model
  8. Identifikasi kekuatan
  9. Rapi administrasi

Intinya bila ingin sukses dalam dunia ini dibutuhkam kesabaran dan keinginan untuk terus maju. Risiko gagal dalam social enterprenuership memang lebih besar. Karena yang kita lakukan bukan untuk kebutuhan diri sendiri saja tapi juga untuk orang-orang yang kita perjuangkan hidupnya. ‘’Bila sudah siap nyemplung harus berani gagal,”  itu yang Mbak Susi ingin sampaikan.

Kelas yang dilaksanakan di Gedung PKBM Ginus ITACO ini berjalan dengan sangat seru. Setiap peserta bukan hanya bertanya namun juga banyak memberi masukan yang sangat membangun. Itulah sesunguhnya inti dari Akademi Berbagi, membuka ruang diskusi dan kesempatan untuk membangun diri dengan ilmu baik untuk peserta atau bahkan untuk guru.

Terimakasih kami ucapkan bagi Mbak Susi Sukaesih yang sudah  berbagi di kelas Akademi Berbagi Bekasi dan juga bagi semua murid yang sudah datang ke kelas. Jangan lupa datang ke kelas Akber Bekasi berikutnya.

Karena berbagi bikin happy! 😀

Akber 3

Tulisan ini dibuat oleh relawan pengelola Muhamad Rezeky (Kibot).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s