Category Archives: Kelas Akber Bekasi

Taut

#AkberBks52 “Storytelling: Strategi cerdas jual produkmu

“Seorang pencerita yang baik adalah seorang pendengar yang baik”

Kalimat di atas disampaikan Paman Gery yang sangat ceria dan menyenangkan dalam kelas Akber Bekasi ke 25 bertajuk “Storytelling: Strategi cerdas jual produkmu”   beberapa waktu yang lalu. Kelas kali ini secara khusus memberikan pengetahuan kepada semua murid Akber tentang bagaimana menjual produk melalui media storytelling. Paman Gery yang adalah juga mantan seorang dubber dengan tegas menyatakan bahwa bila kamu ingin menjadi pencerita yang baik kamu haruslah menjadi seorang pendengar yang baik, kenapa? Karena sebagai seseorang yang menjual produknya melalui metode storytelling kita harus bisa mendengar apa yang diinginkan oleh calon pembeli produk kita.

Paman Gery dalam kelas yang diadakan di sekolah ITACO ini mencoba menyederhanakan sebuah materi yang biasanya dipelajari dalam satu semester sendiri di kampus. Kebayang kan betapa beruntungnya yang datang hari itu? Menjual produk memiliki strategi yang kompleks tapi bisa kita jalankan dengan mudah bila kita mau meluangkan waktu untuk mendengar dan mengobservasi market kita dengan baik dan sabar, itu intinya.

Dalam strateginya Paman Gery memperkenalkan akronim AIDAS. Apa itu AIDAS? AIDAS adalah kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action  dan Satisfaction. Setiap kata mewakili proses penjualan produk dari bagaimana kita mulai memperkenalkan apa produk kita sampai bagaimana pembeli kita sudi membeli dan puas atas produk kita. Menurut Paman Gery, seorang penjual pastinya menampilkan yang bagus-bagus dari produknya  walau kadang harus sedikit menutupi kekurangannya. Namun bukan berarti kemudian menjadi pembohong loh. Kita tetap harus mendengar kritikan dan terus memperbaikinya.

foto-13

Menurut Paman Gery, sebagai penjual kita harus dapat membangun cerita atas produk yang kita jual. Kita membuat cerita tersebut dapat menyentuh target market baik secara personal ataupun juga ekonomi. Nah, untuk mengetahui bagaimana cerita itu cocok atau tidak untuk calon pelanggan, ada beberapa yang bisa dilakukan:

  1. Kenalilah target kita mulai dari gender sampai tingkat pendidikan. Gunakan cerita yang tepat dan dapat menyentuh hati mereka.
  2. Personalisasi, jadikan cerita yang kita buat dapat mengena sisi personal target.
  3. Pilihlah media yang tepat untuk produk kita. Pemilihan media yang benar akan mempengaruhi bagaimana pesan dari iklan kita dapat diterima.
  4. Manfaatkan visual. Manusia adalah mahluk visual. Gunakan video dan foto atau bahkan meme untuk mendukung pemasaran produk kita.
  5. Gunakan kata dan kalimat yang ringkas. Ringkas tidak berarti sedikit, tapi kalimat dibuat sederhana dengan pemilihan kata yang tepat.

Paman Gery  menekankan bahwa hal ini memang tidak mudah dan banyak tantangannya. Seringkali dianggap pembual karena membesar-besarkan produk  namun sebenarnya tidak begitu. Kita hanya perlu membuat semuanya terlihat indah agar membuat target tertarik untuk membeli barang kita. Namun, tantangan lainnya adalah apa yang terjadi berikutnya, apa mereka puas? Nah itu tugas kita untuk selalu memperbaiki dan memperbaki, tidak takut dengan kritik.

Kelas tanggal 4 Maret kemarin berakhir dengan praktek yang sangat seru. Semua peserta diminta untuk membuat cerita dari produk yang mereka pilih secara acak. Di situ bisa terlihat ternyata murid-murid Akber Bekasi sudah sangat keren loh, begitu banyak ide yang keluar dan membuat suasana kelas menjadi hangat dan seru.

Kami dari Akber Bekasi sangat senang mendapatkan banyak sekali ilmu dari Paman Gery. Dengan pengalaman beliau yang panjang dalam dunia marketing membuat kami bisa pulang dengan setumpuk ilmu yang dapat kami praktekan di kehidupan masing-masing. Terimakasih untuk PKBM GINUS ITACO yang sudah berseda meminjamkan ruangan kelasnya untuk kami ebelajar kemarin. Last but not least, terima kasih untuk semua murid yang datang. Semoga kita bisa bertemu lagi di kelas berikutnya.

Salam berbagi bikin happy!

foto-23

NB: Untuk kamu yang tertarik dengan materi ini, silakan download file-nya di sini

 

Iklan

Mau Presentasi-mu WOW? Bikin Slide yang Keren!

Presentasi wow karena slide keren sudah dibuktikan Seno Pramuadjipunggawa-nya Social Media and Digital Activation Smartfren.

Mas Seno ini guru di #AkberBks32, Sabtu 13 September 2014. Mas Seno sudah dua kali mengajar di Akademi Berbagi Bekasi. Yang pertama dulu mengajar Digital Copywriting. Slide-nya emang keren. Makanya beliau diundang lagi untuk mengajar kelas yang berjudul “Creative Presentation”.

AkberBks32 cover

Cerita sedikit nih tentang Mas Seno. Bukan gossip kok. Fakta! Mas Seno ini orangnya antusias dan ramah. Dia menyebut dirinya Digital Creative & Socmed Enthusiast. Pernah kerja di radio Prambors Semarang. Pernah kerja di ahensi iklan. Pernah juga jualan panci di Lejel Home Shopping. Lalu ke Gramedia, sebelum akhirnya bagi-bagi kartu nama berlogo Smartfren.

Itu guru di #AkberBks32. Terus murid-muridnya gimana? Murid-muridnya baik-baik saja ^_^. Sebagian besar adalah pekerja yang di kantornya sering presentasi. Ada juga mahasiswa yang sebentar lagi sidang skripsi. Semua datang karena ingin belajar presentasi yang powerful, megang, dan wow alias memukau. Siapa tau dengan belajar presentasi kreatif, cara presentasi membaik, trus naik gaji atau dapat nilai A+. Aamiin!

Dan kita semua bisa belajar dengan asik karena ruang kelas kali ini juga wow. Di bawah tanah. Tapi jangan salah. Nyaman banget. Makasih ya Pak Yovan yang sudah menyediakan tempat di ruang pertemuan Vrilly Resto di Ruko Taman Bugenville Kalimalang.

Di sini kelasnya! Di Vrilly Resto Ruko Taman Bugenville Kalimalang

Di sini kelasnya! Di Vrilly Resto Ruko Taman Bugenville Kalimalang

Balik lagi ke bahasan utama.

Gimana caranya presentasi kreatif yang diajarin di #AkberBks32?

Berhubung guru kita mantan orang iklan, dan penyuka grafis dan visual, maka dibeberkanlah tips dan contoh slide yang keren.

Gimana itu Slide yang keren??

Anatomi Slide Set untuk presentasi

Anatomi Slide Set untuk presentasi

Ini kami ringkas dari kelas dan slide-nya Mas Seno yang 88 halaman itu. (Btw, menurut Mas Seno, slide banyak nggak apa-apa, karena banyak visual akan makin membantu pemahaman audiens. Tapi kalau waktu presentasi terbatas, silakan potong sendiri jumlah halaman slide-nya yah).

SLIDE YANG KEREN ITU YANG NGGAK MEMBOSANKAN

* Lupakan slide pakai bullets. Slide penuh paragraph. Slide yang grafik-nya standar. 

AkberBks32 Boring 1

Boring bullets, boring pie charts, boring graphics. Lupakan!

Boring bullets, boring pie charts, boring graphics. Lupakan aja!

Terus yang nggak boring gimana? Di bawah ini contohnya.

AkberBks NotBoringSlide1

Berbagai infografik lucu ini dibuat dengan usaha ekstra. Gambar dibuat/di-copy satu persatu, di-save ke .png, lalu disusun.

Berbagai infografik lucu ini dibuat dengan usaha ekstra. Gambar dibuat/di-copy satu persatu, di-save ke .png, lalu disusun.

Saran mas Seno : Bikin template slide rancangan sendiri. Dengan begini, slide bikinanmu nggak standar, spesial hanya kamu yang punya, menampilkan data juga bisa lebih kreatif dan lebih menarik.

Ini salah 1 background-slide yang dicontohkan Mas Seno.

Slide dengan latar belakang yang "bercerita"

Slide dengan latar belakang yang “bercerita”

* Satu keynote per slide. Ini harus, supaya informasi tiap slide lebih tajam. Trus, slide-nya juga nggak perlu full tulisan. Less is more.

Satu halaman slide, satu data

One keynote per slide

One keynote per slide

Satu halaman slide, satu data.

* Jangan takut memberi warna di slide kamu. Kan ada tuh nasehat, kalau slide kamu penuh warna, maka slide kamu bikin sakit mata. Nah, kok Mas Seno malah senang main warna? Ternyata warna yang dimaksud di sini bukan asal taruh warna apa saja. Ada warna-warna flat (maksudnya warna-warna senada kali ya), ada warna-warna kontras. Taroh berdasarkan feeling. Hihihiii.

Contoh spektrum warna untuk slide kamu.

Contoh spektrum warna untuk slide kamu.

* Pilih font yang asik.

Contoh font, bisa dipakai nih.

Contoh font, bisa dipakai nih.

Atur font di slide kamu

Atur font di slide kamu

SLIDE YANG KEREN ITU YANG SESUAI SAMA AUDIENS

Ada pertanyaan dari murid yang bekerja di bidang ilmiah. Secara presentasi dia harus bidang ilmiah juga, apakah slide yang sangat kreatif seperti di atas cocok sama presentasi ilmiah??

Jawabannya: Cocok! Asal… sesuai sama tema dan audiens.

Jangan pikir professor-professor nggak suka disuguhkan presentasi gambar ya. Jangan pikir dosen-dosen killer bakal marah kalau slide kamu penuh grafis lucu. Data ilmiah justru akan menarik kalau ditampilkan begini. Misalnya, mau ngomongin anatomi. Kenapa nggak pakai gambar dari film Dexter?? Atau pakai background dari serial CSI?? Data tetap tampil, visual mendukung.

Kreatif, tapi tetap sesuai dengan audiens

Kreatif, tapi tetap sesuai dengan audiens

O iya, kalau mau cari gambar-gambar resolusi tinggi yang gratisan buat slide kamu, bisa cek di sini :
www.freeimages.com
www.unsplash.com
www.gratisography.com
www.compfight.com
www.onebigphoto.com

Kalau untuk font :
www.fontsquirrel.com
www.urbanfonts.com
www.dafont.com
www.fontfabrics.com

Dengan slide sebanyak itu, presentasi Mas Seno sekitar 1 jam lho. Jadi banyak halaman slide belum tentu presentasimu dragging alias terseret-seret. Pintar-pintarnya kamu pilih data yang mau dimajukan dalam slide.

Kalau mau slide presentasi Mas Seno yang lebih lengkap, bisa cari di sini : https://akberbekasi.wordpress.com/para-guru-2/

Guru dan Murid-murid #AkberBks32

Guru dan Murid-murid #AkberBks32

Kelas #AkberBks32 berakhir. Murid-murid pulang membawa ilmu baru… dan teman-teman baru serta jaringan baru. 🙂 Begitulah kelas-kelas Akademi Berbagi.

Berbagi Bikin Happy!

—O—

Laporan : Dita, Foto: Wika, dan capture slide-nya Mas Seno.

Be A Great MC!

 

Siapa mau jadi MC? Ayo tunjuk tangan!

Jadi MC alias Master of Ceremony alias Pembawa Acara itu asik. Cuap-cuap, terus dibayar.  Eksis pula di depan pemirsa. Eh, tapi bener nih begitu?

“Everybody can speak, but not everybody  can talk”

Semua orang bisa ngomong, tapi belum tentu bisa berkomunikasi sebagai MC. Itu kata Alicia van Akker, yang akrab dipanggil Alice. Mbak ini adalah Guru #AkberBks28, kelas yang bertema “Be A Great MC”. Kelasnya berlangsung awal Mei 2014 di Cafe Delekker, Bekasi Square.

akberbks28 poster

Alice, MC professional pemegang sertifikat MC, bilang kalau MC itu kerjanya bukan cuma cuap-cuap di sebuah acara. MC itu tuan rumah sebuah acara. Dia tanggung jawab sama keberlangsungan acara. Mood-nya tamu-tamu di acara itu dibangun terutama oleh MC. Nah, karena itu tugas MC bukan tidak hanya ngomong, tapi juga mengajak audiens merasa nyaman.

MC juga harus menyembunyikan masalah yang ada. Mau di belakang panggung ada panitia cek-cok kek, mau ada listrik njegleg kek, mau ada pengisi acara ngambek kek, MC harus tau… dan harus menyembunyikannya dari audiens! Pendeknya, MC harus memuluskan jalannya acara.

Di sinilah skill MC sesungguhnya. Nggak cuma ngomong, tapi juga berkomunikasi yang menyenangkan dan efektif. Makanya, untuk jadi MC, mesti jago baca situasi, baik situasi ruangan, waktu maupun orang-orang di sekitarnya. Setelah itu, dari analisanya, MC harus bisa ngomong yang pas banget buat situasi tersebut. Tentu saja sambil tetap mengalirkan acara sampai selesai dengan sukses.

Persiapan yang harus dilakukan MC cukup banyak. Riset acara yang mau dipandunya, mengenal siapa penyelenggaranya, apa isi temanya, siapa audiens-nya, dan siapa pembicara-pembicara di acara tersebut. Perlu diingat, menyebut nama orang, nama tempat, nama organisasi, jangan sampai salah. Bayangin, kalau nama kamu salah disebut, hayoooo… tersinggung nggak? Nah, begitu juga orang lain. O iya, kalau perlu, MC juga tau curriculum vitae pembicara ya. Ini akan sangat membantu MC memandu acara.

Jadi MC itu harus punya artikulasi (pengucapan kata) yang jelas, intonasi yang enak didengar, menyampaikan dengan bahasa yang efektif sesuai karakter audiens, dan… kecepatan ngomongnya juga mesti sesuai. Acara anak muda atau acara hiburan, misalnya, butuh kecepatan ngomong  yang tinggi.

Ini nih bahan latihan buat speed reading test alias tes kecepatan membaca :

akberbks28 reading speed testing

Hasilnya?

Rata-rata: Lidah jadi belibet, nafas terengah-engah karena disuruh membaca cepat, pemenggalan kalimat nggak asik, belum lagi untuk mengucapkan nama-nama asal Rusia, Latin dan daerah2 Yugoslavia… susahnya minta ampun. Artikulasi juga kurang jelas. Ada sih murid yang sudah oke banget. Tapi itu cuman 2 orang, yang satu pramugari, yang satu lagi penyiar radio. Hahahahaa.

Puas berlatih speed reading test, Alice menyebut soal cue card. Apa tuh?? Cue card itu semacam kartu contekan MC. Idealnya MC sendiri yang membuat. Isinya berbagai hal yang berkaitan sama acara. Mulai dari rangkuman run-down acara, nama pembicara/pengisi acara, apa yang mau diisi, dan lain-lain yang penting.

“Tidak semua MC bisa membuat cue card, apalagi cue card yang bagus.” kata Alice. Tapi itulah tantangannya, iya kan yaaa?

Alice yang juga punya Rumah MC, sebuah agensi MC yang kliennya perusahaan swasta dan departemen pemerintahan, secara rutin mengadakan seleksi bagi para MC profesional untuk masuk agensinya. Naaaa, Alice pun membocorkan sejumlah tes untuk masuk Rumah MC.

Laluuuu Alice juga membocorkan cara mendapatkan sertifikat MC. Bukan Alice maupun Rumah MC lho pemberi sertifikat MC, tapi ada lembaganya. Asal tau saja, mendapatkan sertifikat MC ini tidak mudah. Tesnya segambreng. Tapi begitu dapat sertifikat MC, artinya kamu dapat pengakuan profesional sebagai MC. O iya, sekali lulus tes sertifikat MC, maka berlaku 5 tahun. Setelahnya mesti tes lagi. Dan kalau nggak lulus sertifikat MC juga mesti tes lagi. (Ya iya laaa).

Di antara bocoran yang dikasih Alice tentang tes sertifikat MC, ada satu yang lucu: Pakailah JAM TANGAN yang bagus. Kenapa? Karena kalo nggak lihat kamu pakai Jam Tangan, maka tim penilai mereka akan berpikir “Ini orang… nggak pake jam tangan… gimana bisa tau waktu?”. Ini nggak berlebihan. Seorang MC harus tau menghargai waktu, datang jangan telat, tau kapan waktunya nge-cut bicara orang, tau kapan acara berakhir.

O iya, ini penampakan Alice, guru #AkberBks28, yang akhir-akhir ini lagi mempersiapkan diri menembus kualifikasi jadi MC Kenegaraan (wuiiiiih… Semoga berhasil, Kaka Alice).

akberbks28 alice

Waktu ngajar Akber Bekasi, sebenarnya Alice lagi flu. Suaranya jadi bindeng seksi gitu. Hihihii. Tapi semangatnya untuk berbagi di Akber Bekasi tetap tinggi. Salut, Kakaaak…

Alice rupanya membiasakan dirinya, dan anak-anak komunitas Rumah MC, untuk bicara di depan umum untuk mengumpulkan “Jam Terbang“.

Jam Terbang ini penting buat MC. Supaya jadi piawai, seorang MC perlu mengumpulkan ribuan jam terbang. Nah, sharing di depan umum adalah salah satu caranya. Pertama-tama bicara ke 5 orang, setelah pede (percaya diri) coba bicara ke 10 orang, setelah pede lagi coba ke 100 orang, lama-lama 1000 orang, 10.000 orang, dan bukan nggak mungkin nanti bisa bicara ke 100 ribu orang. :))

Naaaah, gimana? Siap jadi MC (yang hebat)?

 

Jurnalistik Televisi

akberbks27 getty imagesSudah lama sejumlah murid Akber Bekasi “memesan” tema “Jurnalistik TV”, tapi baru April 2014 Akber Bekasi bisa mengadakannya.

Di kelas #AkberBks27 ini, guru Akber Bekasi adalah Gunawan, atau akrab dipanggil Om Gun, seorang jurnalis tv, produser, sutradara, mantan Produser Eksekutif Divisi News di SCTV, pendidik, dan kiprah kerjanya sudah mencakup dalam dan luar negeri.

Om Gun ini funky banget orangnya. Gondrong, kacamata ala John Lennon, nge-jeans, kaos oblong plus syal… dan banyak becanda meski materinya serius. Waktu mau menerangkan Sejarah Jurnalistik TV di Indonesia saja beliau bilang gini, “Jangan tanya umur saya. Kalau mau tau umur saya, bayangin aja… teman-teman saya namanya sudah jadi nama jalan.”

Sejarah Jurnalistik TV di Indonesia

Kita pahami dulu asal kata Jurnalistik ya. Jurnalistik itu berasal dari bahasa Latin. Akar katanya “jurnal”. Artinya “Catatan Harian”. Jurnalistik TV artinya Catatan Harian yang disampaikan melalui siaran TV. Dalam tulisan ini, ada istilah Berita TV, yang merupakan produk dari Jurnalistik TV.

akberbks27 logo tvriSejarah Jurnalistik TV di Indonesia dimulai tahun 1962 oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI). Lalu 20 tahun lebih kemudian, di tahun 1989,  RCTI mengudara, dan salah satu programnya ya Berita.  Judul programnya Seputar Indonesia.

Nah, di tahun 1990an, bermunculan deh TV-TV swasta lainnya. Mulai SCTV, ANTV, dll. Bahkan SCTV punya slot (jam siaran) Berita yang lebih banyak dibanding TV-TV swasta lainnya. Karena itulah mulai muncul istilah “TV Berita”.

Menurut Om Gun, munculnya TV-TV swasta itu antara lain karena TV dianggap punya dampak lebih kuat dibanding media massa lain (TV dan Radio ya, waktu itu sosmed belum nge-hits kayak sekarang,). Jangkauannya luas. Selain itu, sifat audio plus visual membuat Berita TV lebih berdampak ke masyarakat.

Sebagai contoh, Om Gun menunjukkan berita cetak sebuah kerusuhan. Murid-murid disuruh baca. Lalu Om Gun, pakai laptopnya, menayangkan siaran TV untuk berita yang sama. Murid-murid disuruh nonton. Efeknya? Murid-murid lebih tercengang! Malah ada yang bilang, “wah”. “ih”. Sejenis begitu deh. Jadi kalau berita tulisan hanya membuat pembacanya mengira-ngira, nah berita TV membuat pemirsanya “melihat dan mendengar” langsung.  Efeknya di pemirsa pun jadi lebih real.

Jadi itulah satu contoh kenapa Jurnalistik TV, dengan  produknya: Berita TV, dinilai lebih berpengaruh ke audiens-nya.

Namun, kata Om Gun, perkembangan Jurnalistik TV di Indonesia tuh tergolong lambat. Soalnya tidak ada role model. Sumber pendidikannya pun hanya 1: TVRI. Itulah sebabnya, tayangan Berita TV di Indonesia cenderung seragam. Peristiwa yang sama, dilaporkan dengan cara dan sudut pandang yang sama. Begitu deh.

Jurnalistik TV di Lapangan

akberbks27 getty images reporter & cameraman

Tim Jurnalistik TV di lapangan biasanya terdiri dari dua orang. Seorang reporter dan seorang kameramen. Reporter melakukan wawancara dan menulis berita, sedangkan kameramen mengambil gambar.

Seringkali, naskah berita TV tidak jauh berbeda dengan naskah berita cetak. Padahal, salah satu prinsip Jurnalistik TV adalah Berita Gambar. Artinya, naskah hanya memperkuat info tentang gambar, bukan menceritakan apa yang ada di gambar.

Kamera mempunyai karakter :

  1. Jujur : Menampilkan apa adanya.
  2. Bodoh : Tetap butuh data lain agar gambar jadi berita utuh. (data ini dihimpun oleh reporter dan tim riset).

Sedangkan karakter yang wajib dimiliki reporter :

  1. Skeptis — Tidak percaya begitu saja, agar lebih kritis dalam mencari data sumber yang paling terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Update — Supaya dapat menyajikan berita yang aktual.
  3. Tidak boleh partisan — Tidak boleh memihak salah satu pihak, karena harus fair.

Berita TV yang baik mempunyai sifat:

  1. Aktual — menampilkan berita-berita terkini, dan updated.
  2. Faktual — menampilkan berita-berita yang berdasarkan fakta.
  3. Akurat — menampilkan data-data yang tepat. Akurasi bisa dicapai kalau mendapatkan sumber data atau narasumber yang tepat.
  4. Berimbang — Cover both sides. Tidak memihak ke salah satu pihak.

Ada saran untuk reporter TV nih:

  1. Dalam mewawancarai narasumber, usahakan untuk tetap formil walaupun jurnalis kenal dekat dengan narasumber. Hal ini untuk menghindari praduga penonton kalau jurnalis bisa “disetir” narasumber. Kalau jurnalis terlihat kenal sangat dekat dengan narasumber, maka akan terkesan “jangan-jangan nyampein yang baik-baiknya aja nih.”. Padahal jurnalis kan harus fair.
  2. Hindari penggunaan kata ‘terlihat’ dalam membuat reportase sebuah gambar atau video.

Cara menyampaikan berita ada beberapa macam. Antara lain dengan news sticker atau melalui naskah yang dibacakan news anchor.

Di atas disebut bahwa Berita TV punya dampak yang lebih kuat dibanding berita di media massa lainnya. Tapi bukan berarti Berita TV tak punya kelemahan. Ada kelemahannya! Berita TV umumnya hanya menyampaikan berita secara general. Bukan berita mendalam. Sebab umumnya Berita TV berdurasi singkat, sekitar 1-1,5 menit.

Selain itu ada juga beberapa salah kaprah Berita TV. Biasanya ini terjadi karena pihak TV mengejar rating tinggi. Salah kaprah ini kadang tidak disadari penonton. Nah, makanya…. jadi penonton cerdas yah, imbau Om Gun.

Salah kaprah Berita TV, antara lain:

  1. Beropini dlm menyampaikan berita. Ini mestinya tidak boleh, karena jurnalis harus fair. Kalau jurnalis punya opini yang berbeda, dia harus mencari narasumber yang bisa menyuarakan opini itu. Istilahnya “pinjam mulut narasumber”.
  2. Ada backsound di tayangan Berita TV. Ini tidak perlu. Berita TV itu bukan film.
  3. Dramatisasi Berita TV. Ada yang pakai backsound, ada yang dengan kata-kata bombastis dan intonasi dramatis “jeng-jeng-jeng” ala sinteron.

Sebagai kata penutup, Om Gun bilang, sebenernya terdapat jiwa jurnalistik pada tiap orang, contohnya adalah selalu meyampaikan apapun via sosial media. Nah, kamu termasuk yang suka reporting via sosmed atau bukaaaan?? :))

Kalau mau belajar reporting ala Jurnalis TV, Om Gun bersedia ngajarin lho! Lengkap dari cari berita, mengambil berita, mengedit berita, sampai komplit jadi bahan yang bisa ditayangkan. Kapaaaannn?? Tunggu tanggal mainnya!!

Terakhir, seperti biasa di ujung kelas Akademi Berbagi, murid-murid pun foto bersama guru.

akberbks27 foto akhir sesi

Jangan lupa, akan ada kelas dengan tema “Membuat Berita TV” ya! Lengkap pakai latihan reporting dan editing lho. Pantau terus jadwal Akber Bekasi. Sampai Jumpa! :)))))

 

Video Kelas Merencanakan Keuangan Tanpa Ribet

Halo Akberian!

Sudah baca tulisan tentang Financial Planning di kelas Akber Bekasi?

Nah, sekarang simak videonya yah.  Isinya liputan singkat, bukan keseluruhan proses kelas. Tapi tetap menarik dan penuh ilmu kok. :))

Ini linknya : http://www.youtube.com/watch?v=f6rzK_TqWtM

 

“Lean” dalam Berwirausaha

Lean? Kalo di kamus online sih salah 1 artinya ‘containing little excess’ alias nggak banyak hal yang kebuang-buang, gitu. Kalo Lean dalam dunia usaha gimana? Mau tau?? Ayok belajar ilmu “lean” ini bareng-bareng. 

Ilmu ini merupakan topik kedua di kelas #AkberBks21 tanggal 14 September 2013 di rumah Pak Barra. Gurunya Wisnu Dewobroto alias Mas Nu.

AkberBks 21 foto Mas Nu

Mas Nu ini adalah seorang Dosen di Universitas Trisakti, praktisi di bidang bisnis manajemen, SEO certified, search engine marketing dan Lean “stuf”.

Nah , apa itu lean?? Nantiiiii… Baca aja dulu… 🙂

Mas Nu ini memulai usaha sejak 1999 dengan menjual jaket di trotoar istora Senayan.  Saat ini usaha yang Mas Nu jalankan antara lain Resto Sami Kuring, GM Valuta (money changer), Rekacipta Amerta dan masih banyak lagi. Woww.. kerenn …!!

Kunci dari kewirausahaan adalah “Creativity, Innovation and Value”.

KREATIVITAS

Merupakan kemampuan melakukan sesuatu yang berbeda dan tidak biasa. Inget banget kan dulu zaman SD kalo di suruhh gambar pemandangan itu pasti ada dua gunung, terus di tengahnya ada matahari dan di depannya ada jalan atau sawah-sawah? Mas Nu meminta kita untuk menggambar muka teman kita sebelahnya sekreatif mungkin. Seru liat para akberian berusaha menggambar muka teman sebelahnya!

INOVASI

Adalah “implementation of something new” dan inget untuk menciptakan value untuk konsumen kita. Mas Nu mengatakan bahwa dalam bisnis kita harus SALAH dulu sebelum akhirnya benar dan berhasil. Inget kan dulu Teks Proklamasi aja ada coretannya sebelum akhirnya menemukan kata yang pas.

Naah! Sekarang masuk ke “LEAN”.

Lean menunjukkan bahwa konsumen merupakan bagian terpenting dalam line produksi.

Dalam bisnia pasti akan menimbulkan “waste”, nah LEAN ini intinya membuang pemborosan dan belajar dari kegagalan yang sudah ada. Intinya dalam membuat bisnis adalah:

make assumption –> find the riskiest one –> get out the building.

Teruslah bertanya. Untuk bertanya, orang dewasa kalah dengan anak kecil lho. Mereka selalu bertanya apapun tanpa takut salah atau terlihat bodoh. Selalu bertanya pada konsumen, tanya keinginan mereka. Bertanyalah bukan pada orang terdekat namun pada orang lain, sehingga bisa lebih objective dalam menilai.

Fail fast, Succeed faster….. Start small, Stay small (stay humble) . 

– @suzieicus –

Jadi Siswa Sekaligus Wirausahawan, Siapa Takut?

 

Usia bukan halangan untuk berwirausaha. Malah berwirausaha sejak muda akan mempercepat kesuksesan kita berwirausaha!

Ga percaya??

Arry Rahmawan sudah membuktikannya.  Lalu mereka berbagi inspirasi wirausaha di kelas Akber Bekasi (#AkberBks21) dengan tema Yang Muda Yang Berwirausaha, di kediaman Pak Barra_CAD dari TDA Bekasi. Tempatnya nyaman banget lho… 🙂

Image

Kak Arry Rahmawan adalah Ketua TDA Kampus periode 2013-2015. TDA atau Komunitas Tangan di Atas merupakan komunitas yang telah berhasil menumbuhkan banyak wirausahawan sukses. Kak Arry merupakan seorang pengusaha di bidang pendidikan, lembaga taining dan biro privat melalui Cerdas Mulianya.

Lulus S1 dari Fakultas Teknik dengan IPK 3,79. WoW! Meraih prestasi sebagai mahasiswa berprestasi FT UI 2012, saat ini masih aktif sebagai mahasiswa Pascasarjana FT UI juga sebagai penulis buku Kewirausahaan dan Pengembangan Pemuda Indonesia. Bukunya yang akan terbit berjudul Studentprenuer Guidebook.  Anak-anak Komunitas Siswa Wirausaha harus baca buku ini nih…

Kak Arry mengungkapkan bahwa saat ini era globalisasi semakin ketat, sehingga kunci memenangkan persaingan adalah dengan meningkatkan daya saing di berbagai sektor. Tau kan, gak lama lagi kita akan memasuki era Komunitas ASEAN 2015, di mana semua negara ASEAN akan jadi satu kesatuan tunggal, termasuk pasar dan tenaga kerjanya. Nah… Siapkah kita??

Untuk menjadi wirausaha, keinginan aja tidak cukup harus juga kita pintar dan terpelajar. Jadi untuk yang masih menjadi pelajar dan ingin berwirausaha, pendidikan tetap penting. Menjadi pelajar tidak cukup hanya dengan duduk di kelas, namun kita bisa membentuk mindset kita. Memperbanyak pengembangan soft skills kita, memperluas jaringan dan yang pasti menjadi pelajar kita banyak mendapat diskon untuk belajar terutama diskon harga 😀

See? Dengan menjadi pelajar merupakan anugerah bukan hambatan. Bersyukurlah untuk orang yang masih bisa mengenyam bangku pendidikan.

Balik lagi ke topik bisnis. Sebenarnya apa sih kewirausahaan itu? Wirausahawan adalah seorang yang berani memulai sebuah usaha sendiri, dengan cara menyediakan barang atau jasa yang diminta, baik untuk perorangan maupun perusahaan lainnya, untuk menghasilkan keuntungan.

Bagaimana metode sampai kita memperoleh keuntungan itu?

  1. Miliki IDE
  2. Validasi ide tersebut –> Ciptakan… Jual…
  3. Terakhir: bangun sistem.

Nah biasanya orang bingung untuk menemukan ide usaha, namun sebenarnya mencari ide tidaklah serumit yang kita bayangkan. Bahkan di banyak kasus, ide tersebut muncul dari lingkungan kita sehari-hari. Ide bisa di mulai dari hobi atau bisa juga berdasarkan keahlian yang kita punya. Niscaya kita akan lebih enjoy untuk menjalaninya.

Kak Arry juga berpesan untuk menempatkan sistem di urutan terakhir. Work first, then create system ..

Awal berdirinya usaha mungkin kita akan menjadi single fighter untuk usaha kita, namun seiring dengan berjalannya waktu, kita bisa mendelegasikan sebagian dari pekerjaan tersebut. Yes, couldn’t agree more .. dalam berwirausaha Kak Arry berpesan untuk selalu belajar bisnis, baik ilmu maupun prakteknya! Nah..

Darimana memulainya?

Kak Arry berpesan untuk mengikuti passion yang kita miliki.

  • Passion merupakan kekuatan kita. Cari hal yang paling kita nikmati, lalu lakukanlah.
  • Setiap orang unik, maka hiduplah dengan keunikan kita masing-masing. Sedihnya, hanya 3% saja manusia di dunia ini yang memahami apa passion-nya dan hidup dengannya.
  • Phiww… mulai saat ini buat rencana dan arah hidupmu. Jika kita tidak merencanakan hidup kita, maka selamanya kita akan menjadi bagian dari rencana orang lain.
  • Buatlah target-target dalam hidup kita dan patuhilah!
  • Bertemanlah dengan siapapun, namun bijaklah memilih sahabat dekat, karena mereka juga akan menentukan nasibmu kelak.

Wow, benar-benar keren materi dari Kak Arry ini, jangan lupa follow beliau ya di @ArryRahmawan atau buka web nya di www. arryrahmawan.net. Jadii siapa bilang pendidikan itu ga penting?

Setelah sesi Kak Arry, giliran saya memperkenalkan Komunitas Siswa Wirausaha.

Komunitas ini merupakan komunitas siswa yang di inisiasi oleh siswa/i SMK ITACO yang memproduksi produk/jasa untuk membentuk jiwa kewirausahaan sekaligus juga membantu keperluan pendidikan mereka.

Produk yang di hasilkan seperti mercahndise (mug, pin, kaos), jasa design dan juga akan merambah ke food and beverage dengan rujak es krim sebagai andalannya.

Kami juga secara berkala mengundang wirausahawan untuk secara sukarela berbagi ilmunya seperti juga Mba Ollie @salsabeela yang pernah sharing tentang inspirasi wirausahanya.

Sebagai siswa, pastinya mereka pun ingin bisa berwirausaha juga dan mereka mempunyai motivasi lebih untuk itu, semoga akan semakin banyak ilmu-ilmu yang mereka dapat salah satunya lewat kelas Akber iniJ untuk info lebih lanjut bisa colek @siswawirausaha atau siswawirausaha.com. Ditunggu interaksinya yaaaaa!

– @suzieicus –