Be A Great MC!

 

Siapa mau jadi MC? Ayo tunjuk tangan!

Jadi MC alias Master of Ceremony alias Pembawa Acara itu asik. Cuap-cuap, terus dibayar.  Eksis pula di depan pemirsa. Eh, tapi bener nih begitu?

“Everybody can speak, but not everybody  can talk”

Semua orang bisa ngomong, tapi belum tentu bisa berkomunikasi sebagai MC. Itu kata Alicia van Akker, yang akrab dipanggil Alice. Mbak ini adalah Guru #AkberBks28, kelas yang bertema “Be A Great MC”. Kelasnya berlangsung awal Mei 2014 di Cafe Delekker, Bekasi Square.

akberbks28 poster

Alice, MC professional pemegang sertifikat MC, bilang kalau MC itu kerjanya bukan cuma cuap-cuap di sebuah acara. MC itu tuan rumah sebuah acara. Dia tanggung jawab sama keberlangsungan acara. Mood-nya tamu-tamu di acara itu dibangun terutama oleh MC. Nah, karena itu tugas MC bukan tidak hanya ngomong, tapi juga mengajak audiens merasa nyaman.

MC juga harus menyembunyikan masalah yang ada. Mau di belakang panggung ada panitia cek-cok kek, mau ada listrik njegleg kek, mau ada pengisi acara ngambek kek, MC harus tau… dan harus menyembunyikannya dari audiens! Pendeknya, MC harus memuluskan jalannya acara.

Di sinilah skill MC sesungguhnya. Nggak cuma ngomong, tapi juga berkomunikasi yang menyenangkan dan efektif. Makanya, untuk jadi MC, mesti jago baca situasi, baik situasi ruangan, waktu maupun orang-orang di sekitarnya. Setelah itu, dari analisanya, MC harus bisa ngomong yang pas banget buat situasi tersebut. Tentu saja sambil tetap mengalirkan acara sampai selesai dengan sukses.

Persiapan yang harus dilakukan MC cukup banyak. Riset acara yang mau dipandunya, mengenal siapa penyelenggaranya, apa isi temanya, siapa audiens-nya, dan siapa pembicara-pembicara di acara tersebut. Perlu diingat, menyebut nama orang, nama tempat, nama organisasi, jangan sampai salah. Bayangin, kalau nama kamu salah disebut, hayoooo… tersinggung nggak? Nah, begitu juga orang lain. O iya, kalau perlu, MC juga tau curriculum vitae pembicara ya. Ini akan sangat membantu MC memandu acara.

Jadi MC itu harus punya artikulasi (pengucapan kata) yang jelas, intonasi yang enak didengar, menyampaikan dengan bahasa yang efektif sesuai karakter audiens, dan… kecepatan ngomongnya juga mesti sesuai. Acara anak muda atau acara hiburan, misalnya, butuh kecepatan ngomong  yang tinggi.

Ini nih bahan latihan buat speed reading test alias tes kecepatan membaca :

akberbks28 reading speed testing

Hasilnya?

Rata-rata: Lidah jadi belibet, nafas terengah-engah karena disuruh membaca cepat, pemenggalan kalimat nggak asik, belum lagi untuk mengucapkan nama-nama asal Rusia, Latin dan daerah2 Yugoslavia… susahnya minta ampun. Artikulasi juga kurang jelas. Ada sih murid yang sudah oke banget. Tapi itu cuman 2 orang, yang satu pramugari, yang satu lagi penyiar radio. Hahahahaa.

Puas berlatih speed reading test, Alice menyebut soal cue card. Apa tuh?? Cue card itu semacam kartu contekan MC. Idealnya MC sendiri yang membuat. Isinya berbagai hal yang berkaitan sama acara. Mulai dari rangkuman run-down acara, nama pembicara/pengisi acara, apa yang mau diisi, dan lain-lain yang penting.

“Tidak semua MC bisa membuat cue card, apalagi cue card yang bagus.” kata Alice. Tapi itulah tantangannya, iya kan yaaa?

Alice yang juga punya Rumah MC, sebuah agensi MC yang kliennya perusahaan swasta dan departemen pemerintahan, secara rutin mengadakan seleksi bagi para MC profesional untuk masuk agensinya. Naaaa, Alice pun membocorkan sejumlah tes untuk masuk Rumah MC.

Laluuuu Alice juga membocorkan cara mendapatkan sertifikat MC. Bukan Alice maupun Rumah MC lho pemberi sertifikat MC, tapi ada lembaganya. Asal tau saja, mendapatkan sertifikat MC ini tidak mudah. Tesnya segambreng. Tapi begitu dapat sertifikat MC, artinya kamu dapat pengakuan profesional sebagai MC. O iya, sekali lulus tes sertifikat MC, maka berlaku 5 tahun. Setelahnya mesti tes lagi. Dan kalau nggak lulus sertifikat MC juga mesti tes lagi. (Ya iya laaa).

Di antara bocoran yang dikasih Alice tentang tes sertifikat MC, ada satu yang lucu: Pakailah JAM TANGAN yang bagus. Kenapa? Karena kalo nggak lihat kamu pakai Jam Tangan, maka tim penilai mereka akan berpikir “Ini orang… nggak pake jam tangan… gimana bisa tau waktu?”. Ini nggak berlebihan. Seorang MC harus tau menghargai waktu, datang jangan telat, tau kapan waktunya nge-cut bicara orang, tau kapan acara berakhir.

O iya, ini penampakan Alice, guru #AkberBks28, yang akhir-akhir ini lagi mempersiapkan diri menembus kualifikasi jadi MC Kenegaraan (wuiiiiih… Semoga berhasil, Kaka Alice).

akberbks28 alice

Waktu ngajar Akber Bekasi, sebenarnya Alice lagi flu. Suaranya jadi bindeng seksi gitu. Hihihii. Tapi semangatnya untuk berbagi di Akber Bekasi tetap tinggi. Salut, Kakaaak…

Alice rupanya membiasakan dirinya, dan anak-anak komunitas Rumah MC, untuk bicara di depan umum untuk mengumpulkan “Jam Terbang“.

Jam Terbang ini penting buat MC. Supaya jadi piawai, seorang MC perlu mengumpulkan ribuan jam terbang. Nah, sharing di depan umum adalah salah satu caranya. Pertama-tama bicara ke 5 orang, setelah pede (percaya diri) coba bicara ke 10 orang, setelah pede lagi coba ke 100 orang, lama-lama 1000 orang, 10.000 orang, dan bukan nggak mungkin nanti bisa bicara ke 100 ribu orang. :))

Naaaah, gimana? Siap jadi MC (yang hebat)?

 

Iklan

Jurnalistik Televisi

akberbks27 getty imagesSudah lama sejumlah murid Akber Bekasi “memesan” tema “Jurnalistik TV”, tapi baru April 2014 Akber Bekasi bisa mengadakannya.

Di kelas #AkberBks27 ini, guru Akber Bekasi adalah Gunawan, atau akrab dipanggil Om Gun, seorang jurnalis tv, produser, sutradara, mantan Produser Eksekutif Divisi News di SCTV, pendidik, dan kiprah kerjanya sudah mencakup dalam dan luar negeri.

Om Gun ini funky banget orangnya. Gondrong, kacamata ala John Lennon, nge-jeans, kaos oblong plus syal… dan banyak becanda meski materinya serius. Waktu mau menerangkan Sejarah Jurnalistik TV di Indonesia saja beliau bilang gini, “Jangan tanya umur saya. Kalau mau tau umur saya, bayangin aja… teman-teman saya namanya sudah jadi nama jalan.”

Sejarah Jurnalistik TV di Indonesia

Kita pahami dulu asal kata Jurnalistik ya. Jurnalistik itu berasal dari bahasa Latin. Akar katanya “jurnal”. Artinya “Catatan Harian”. Jurnalistik TV artinya Catatan Harian yang disampaikan melalui siaran TV. Dalam tulisan ini, ada istilah Berita TV, yang merupakan produk dari Jurnalistik TV.

akberbks27 logo tvriSejarah Jurnalistik TV di Indonesia dimulai tahun 1962 oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI). Lalu 20 tahun lebih kemudian, di tahun 1989,  RCTI mengudara, dan salah satu programnya ya Berita.  Judul programnya Seputar Indonesia.

Nah, di tahun 1990an, bermunculan deh TV-TV swasta lainnya. Mulai SCTV, ANTV, dll. Bahkan SCTV punya slot (jam siaran) Berita yang lebih banyak dibanding TV-TV swasta lainnya. Karena itulah mulai muncul istilah “TV Berita”.

Menurut Om Gun, munculnya TV-TV swasta itu antara lain karena TV dianggap punya dampak lebih kuat dibanding media massa lain (TV dan Radio ya, waktu itu sosmed belum nge-hits kayak sekarang,). Jangkauannya luas. Selain itu, sifat audio plus visual membuat Berita TV lebih berdampak ke masyarakat.

Sebagai contoh, Om Gun menunjukkan berita cetak sebuah kerusuhan. Murid-murid disuruh baca. Lalu Om Gun, pakai laptopnya, menayangkan siaran TV untuk berita yang sama. Murid-murid disuruh nonton. Efeknya? Murid-murid lebih tercengang! Malah ada yang bilang, “wah”. “ih”. Sejenis begitu deh. Jadi kalau berita tulisan hanya membuat pembacanya mengira-ngira, nah berita TV membuat pemirsanya “melihat dan mendengar” langsung.  Efeknya di pemirsa pun jadi lebih real.

Jadi itulah satu contoh kenapa Jurnalistik TV, dengan  produknya: Berita TV, dinilai lebih berpengaruh ke audiens-nya.

Namun, kata Om Gun, perkembangan Jurnalistik TV di Indonesia tuh tergolong lambat. Soalnya tidak ada role model. Sumber pendidikannya pun hanya 1: TVRI. Itulah sebabnya, tayangan Berita TV di Indonesia cenderung seragam. Peristiwa yang sama, dilaporkan dengan cara dan sudut pandang yang sama. Begitu deh.

Jurnalistik TV di Lapangan

akberbks27 getty images reporter & cameraman

Tim Jurnalistik TV di lapangan biasanya terdiri dari dua orang. Seorang reporter dan seorang kameramen. Reporter melakukan wawancara dan menulis berita, sedangkan kameramen mengambil gambar.

Seringkali, naskah berita TV tidak jauh berbeda dengan naskah berita cetak. Padahal, salah satu prinsip Jurnalistik TV adalah Berita Gambar. Artinya, naskah hanya memperkuat info tentang gambar, bukan menceritakan apa yang ada di gambar.

Kamera mempunyai karakter :

  1. Jujur : Menampilkan apa adanya.
  2. Bodoh : Tetap butuh data lain agar gambar jadi berita utuh. (data ini dihimpun oleh reporter dan tim riset).

Sedangkan karakter yang wajib dimiliki reporter :

  1. Skeptis — Tidak percaya begitu saja, agar lebih kritis dalam mencari data sumber yang paling terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Update — Supaya dapat menyajikan berita yang aktual.
  3. Tidak boleh partisan — Tidak boleh memihak salah satu pihak, karena harus fair.

Berita TV yang baik mempunyai sifat:

  1. Aktual — menampilkan berita-berita terkini, dan updated.
  2. Faktual — menampilkan berita-berita yang berdasarkan fakta.
  3. Akurat — menampilkan data-data yang tepat. Akurasi bisa dicapai kalau mendapatkan sumber data atau narasumber yang tepat.
  4. Berimbang — Cover both sides. Tidak memihak ke salah satu pihak.

Ada saran untuk reporter TV nih:

  1. Dalam mewawancarai narasumber, usahakan untuk tetap formil walaupun jurnalis kenal dekat dengan narasumber. Hal ini untuk menghindari praduga penonton kalau jurnalis bisa “disetir” narasumber. Kalau jurnalis terlihat kenal sangat dekat dengan narasumber, maka akan terkesan “jangan-jangan nyampein yang baik-baiknya aja nih.”. Padahal jurnalis kan harus fair.
  2. Hindari penggunaan kata ‘terlihat’ dalam membuat reportase sebuah gambar atau video.

Cara menyampaikan berita ada beberapa macam. Antara lain dengan news sticker atau melalui naskah yang dibacakan news anchor.

Di atas disebut bahwa Berita TV punya dampak yang lebih kuat dibanding berita di media massa lainnya. Tapi bukan berarti Berita TV tak punya kelemahan. Ada kelemahannya! Berita TV umumnya hanya menyampaikan berita secara general. Bukan berita mendalam. Sebab umumnya Berita TV berdurasi singkat, sekitar 1-1,5 menit.

Selain itu ada juga beberapa salah kaprah Berita TV. Biasanya ini terjadi karena pihak TV mengejar rating tinggi. Salah kaprah ini kadang tidak disadari penonton. Nah, makanya…. jadi penonton cerdas yah, imbau Om Gun.

Salah kaprah Berita TV, antara lain:

  1. Beropini dlm menyampaikan berita. Ini mestinya tidak boleh, karena jurnalis harus fair. Kalau jurnalis punya opini yang berbeda, dia harus mencari narasumber yang bisa menyuarakan opini itu. Istilahnya “pinjam mulut narasumber”.
  2. Ada backsound di tayangan Berita TV. Ini tidak perlu. Berita TV itu bukan film.
  3. Dramatisasi Berita TV. Ada yang pakai backsound, ada yang dengan kata-kata bombastis dan intonasi dramatis “jeng-jeng-jeng” ala sinteron.

Sebagai kata penutup, Om Gun bilang, sebenernya terdapat jiwa jurnalistik pada tiap orang, contohnya adalah selalu meyampaikan apapun via sosial media. Nah, kamu termasuk yang suka reporting via sosmed atau bukaaaan?? :))

Kalau mau belajar reporting ala Jurnalis TV, Om Gun bersedia ngajarin lho! Lengkap dari cari berita, mengambil berita, mengedit berita, sampai komplit jadi bahan yang bisa ditayangkan. Kapaaaannn?? Tunggu tanggal mainnya!!

Terakhir, seperti biasa di ujung kelas Akademi Berbagi, murid-murid pun foto bersama guru.

akberbks27 foto akhir sesi

Jangan lupa, akan ada kelas dengan tema “Membuat Berita TV” ya! Lengkap pakai latihan reporting dan editing lho. Pantau terus jadwal Akber Bekasi. Sampai Jumpa! :)))))

 

Salatiga : Local Leaders Day 2014

Berbagi Bikiiiin???

HEPIII!!!

Jeritan gagal move on relawan Akademi Berbagi Bekasi yang bahkan sudah kembali menginjakkan kota asal, tetap menggaungkan tagline Akademi Berbagi saat kami berkumpul bersama di sebuah Mall di kawasan Bekasi.

Acara 3 hari tiga malam yang di selengarakan di Salatiga itu memberikan kesan yang maha gokil untuk kami.

Iya maksutnyaa, KEREEN ABIS!!

Bagaimana tidak? Hampir 2 tahun Akademi Berbagi Bekasi berdiri, belasan relawan pun telah membantu Akber Bekasi, namun baru tahun ini di acara akbar 2 tahunan Akademi Berbagi yaitu Local Leaders Day 2014 menjadi pengalaman pertama untuk kami semua.

Makanya, kehebohan relawan Bekasi nggak pernah bisa ketolong lagi saking hepinya. \(^0^)/

Sebelas personil dengan dobel kehebohan, jadii heboh kuadrat kaya bawa 22 orang.

Gerbong 4 yang membawa rombongan relawan Jakarta, Jember, Depok, Bekasi, Tangerang  yang harusnya tenang dan bisa di tidur sampai tiba di tempat tujuan, ini malah ramai banget semacam ada konser band metal :)))

Gambar

Setibanya kami di Stasiun Semarang, semua relawan berfoto-foto memanfaatkan waktu dini hari, mengingat baru 2 jam lagi kami akan bertalak ke Salatiga.

Di jemput bis yang nyaman, ternyata kami tiba di tempat tinggal Ibu Founder Akademi Berbagi yang akrab di sapa Mbak Ai itu.

Tidak ada kata lelah, semua relawan meneruskan ber-hahahihi untuk mengenal satu sama lain. Ada yang ngantri mandi sambil ngobrol, sarapan sambil ngobrol, ampe manjat-manjat pohon sambil ngobrol jugak! (yang terakhir boong deing) =P

Siang hari seluruh relawan berkumpul di Pemondokan mewah bernama Salib Putih, Yippppieee!!

Gambar

Iya mewah, ada spring bed, water heater, kolam renang, yaampuun yaampuun yaampuuun ALHAMDULILLAH *cium gunung salak*

Kalau kata Mbak Ainun, founder-nya Akademi Berbagi, “Ini adalah harga yang pantas dibayar untuk kalian semua para relawan Akademi Berbagi” Maacih Mbak Ai *ciyum*.

Keramahan panitia lokal yang di wakili Mbak Nenny ituu luar biasaa sekalii looh. Membuat kami lupa diri dan menganggap seperti di rumah. Terima kasih untuk kakak-kakak panitia terutama Mbak Nenny yang dengan cadasnya bangunin teman-teman untuk bangun pagi :* :*

Setelah di beri waktu istirahat dan menikmati pemandangan Salatiga (foto-foto sudah termasuk), malam hari pun tiba. Ada Mas Indra jadi pemandu acara atau bahasa keren nya nge Host di Acara yang di hadiri 200 orang relawan itu.

Bayangkan pemirsaa, relawan se-Indonesia berkumpul di Salatiga mewakili 35 kota afiliasi Akademi Berbagi yang ada di seluruh Indonesiaaaaa. WWAAAAWW.. Ngaak kebayang abis ini jadi banyak followerr, eh salah jadi banyak saudara se Indonesia!! AAAAKKKKKKKK!!

Di malam pertama itu, malam LLD tentunya… Kami dihidangkan pembelajaran istimewa dari pakar Internet Sehat, @Donnybu. Materi dari Mas Donny merupakan gambaran dari tidak sehatnya internet di Indonesia yang kini sudah menjadi target kriminal. Haduuuh jadi ngeri tapi menarik bangett materinya.

Gambar

Hari kedua semakin bersemangat, menggambar mimpi dan setting strategy dengan Tim Tiga Pijar, Bang Yansen, Ibu Yanti Nisro, dan Bang Zul. Isi Auditorium Pondok Remaja di sesi Tiga Pijar itu membuat kita gemas menyuarakan mimpi  apa yang selama ini terpendam. Semoga setelah LLD ini semuanya bisa terwujud. AMIN!

Gambar

Sabtu malam itu adalah malam terakhir kebersamaan kami. Panitia membuat acara api unggun yang dilengkapi dengan acara tuker kado. Cewek yang tukeran kado dengan Cowok atau sebaliknya, maju ke depan dan di sambut dengan “Cieeee”…. AHAHAHHAHAH

Api unggun yang di akhiri alunan musik panitia lokal, melengkapi malam kebersamaan kami hari itu. Uwuwuuwuuwu.. cediih 😥

Gambar

Hari Minggu ceria LLD, adalah hari terakhir kami di Salatiga. Mas Robby Muhammad, seorang Sosiolog yang imut tapi pengetahuannya luar biasa, mengawali pagi dengan berbagi materi tentang Volunteering yang erat kaitannya dengan Akademi Berbagi. Speechless dengerin Mas Robby, karena pengetahuannya yang tidak terbatas itu.

Kebahagian kami disana pun tak terbatas dan tak tergambarkan lagi. Semoga silaturahmi yang sudah terjalin tidak sampai disitu. Tak kenal maka tak sayang, Tak ikut LLD  tidak akan kenal Salatiga dan relawan se-Indonesia. Jadilah follow-follow dan kali aja bisa saling sayang #syudududududu

Gambar

Sampai bertemu di LLD selanjutnyaaaa…. LLD Bikin Hepi!!

# AkberBks24 “Perencanaan Keuangan Tanpa Ribet” w/ @funancialisme

 

Hai hai, Akberian!

Setelah kira-kira sebulan libur, Sabtu 25 Januari 2014 kemarin kami kembali membuka kelas. Kelas ini merupakan kelas pertama di tahun 2014. Tema kelas kali ini seru banget yaitu, ‘Perencanaan Keuangan Tanpa Ribet’ bareng seorang konsultan keuangan yang juga penulis buku ’Make Your Own Plan’, Mbak Diana Sandjaja. Berlokasi di Foodwalk Mega Bekasi, murid yang hadir cukup antusias menyimak materi yang disampaikan Mbak Diana. Tempat yang asik dan materi yang menarik bikin belajar semakin seru 😀

Menurut Mba Diana, makna financial planning itu adalah langkah-langkah yang digunakan oleh individu dalam mengatur tujuan hidup dengan cara menabung dan merencanakan keuangan. Tujuan hidup ini dapat termasuk membeli rumah, menabung untuk pendidikan atau untuk perencanaan dana pensiun.

Sayangnya, masyarakat awam saat ini menilai bahwa perencanaan keuangan hanya diperuntukkan bagi kalangan beruang lebih atau orang-orang kaya. Padahal, kita yang beruang pas-pasan justru paling membutuhkan perencanaan keuangan yang baik. Bukan berarti orang dengan pengahasilan besar, maka kehidupannya akan aman dan tercukupi. Faktanya, semakin besar penghasilan maka semakin besar pula pengeluarannya. Untuk menghindari masalah-masalah keuangan yang mungkin terjadi, maka dibutuhkan  perencanaan keuangan yang baik.

Ada 6 tahapan dalam perencanaan keuangan, yaitu:

  1. Menyusun tujuan keuangan, sebelum menyusun rencana keuangan kita terlebih dulu menyusun tujuan keuangan. Kita harus tahu pasti apa yang menjadi mimpi dan keinginan kita dan jangan lupa pasang time limit agar jelas target dan lama waktu kita untuk mencapai tujuan kita tersebut.
  2. Self assessment. Setelah kita tahu tujuan keuangan kita, kita juga harus tahu seberapa kemampuan diri kita
  3. Mengelola resiko seperti resiko sakit atau meninggal, karena resiko selalu ada maka dibutuhkan pengelolaan resiko yang baik
  4. Mengukur perbedaan kondisi dan menghitung strategi mencapai tujuan keuangan
  5. Implementasi. Jika tahap 1-4 sudah ada, maka segera lakukan implemntasinya dalam kehidupan
  6. Review dan monitoring. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kita sudah berjalan mendekati tujuan keuangan kita.

Kemarin juga kita dibantu Mba Diana melakukan financial check-up. Apasih itu financial check-up? Kurang lebihnya sama seperti kalau kita pergi ke rumah sakit, bedanya yang dicek sekarang adalah kesehatan keuangan. Apakah kita sudah siap berinvestasi atau malah banyak pengeluaran yang kita keluarkan sia-sia karena hanya menuruti keinginan konsumtif.

Supaya semua tahapan diatas berjalan lancar, kita harus lebih dulu mengetahui tipe diri kita. Apakah kita tipe orang yang produktif atau justru tipe konsumtif? Kayanya sih kebanyakan bertipe konsumtif yah. Tipe yang bergaji 5 koma, tanggal 5 udah koma hihi 😀

Nah, tipe konsumtif ini yang harus diwaspadai. Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal yang dibutuhkan paling mendasar pada manusia yang wajib dipenuhi, sedangkan keinginan adalah sesuatu yang diinginkan yang jika tidak terpenuhi masih dapat melangsungkan hidup.

Bagi para konsumtif, sebaiknya sebelum melakukan perencanaan keuangan ktita harus membuat peta keuangan yang mencakup prediksi pengeluaran yang harus disisihkan dan disiplin mengeluarkannya. Jadi, setiap bulan sishkan dulu dana wajib yang harus dikeluarkan misalnya, untuk menabung, zakat atau ibadah lalu sisanya bisa digunakan untuk kepentingan tak terduga lainnya.

Overall, kelas perencanaan keuangan seru banget. Jadi tahu kalau dengan perencanaan keuangan yang baik, gaji pas-pasan juga ternyata bisa hidup aman, tentram dan nyaman juga. Rasanya pengen buru-buru nyobain deh. Kali aja admin bisa jadi milarder dadakan gituh hihi

Sampai jumpa di kelas berikutnya, Akberian. Rajin-rajin cek timeline twitter kami yah supaya ngga ketinggalan kelas seru lainnya 🙂

Gambar

 

Video Kelas Merencanakan Keuangan Tanpa Ribet

Halo Akberian!

Sudah baca tulisan tentang Financial Planning di kelas Akber Bekasi?

Nah, sekarang simak videonya yah.  Isinya liputan singkat, bukan keseluruhan proses kelas. Tapi tetap menarik dan penuh ilmu kok. :))

Ini linknya : http://www.youtube.com/watch?v=f6rzK_TqWtM

 

Apa Itu Akademi Berbagi

Halo Semua…

Buat yang mau tau lebih jauh tentang Akademi Berbagi, nonton deh video di bawah ini :

Kenapa ada Akademi Berbagi, apa kegiatannya, bagaimana jadi relawan, apa manfaatnya jadi relawan, dan segudang keseruan tentang Akademi Berbagi ada di video tadi.

Tiga kata tentang Akademi Berbagi : Belajar, Volunteering, Family, Keren, dll… (kalau dari testimoni di video, ternyata nggak cukup 3 kata saja untuk menggambarkan Akademi Berbagi, hehehheee).

Berbagi bikin happy!

Belajar Bahasa Isyarat

Teman-teman Akber Bekasi,

Ini salah satu kelas kita yang paling asik lho. Kelasnya tentang mengenal Dunia Tuli, plus belajar bahasa para Tuli, yaitu bahasa isyarat.

Kelas dilaksanakan di SMK Itaco, Perumnas I, Bekasi, bulan Oktober 2013. Pengajar terdiri dari guru-guru Tuli yang dipimpin ibu Galuh Sukmara, seorang doktor di dari Australia di bidang bahasa isyarat internasional. Tim guru Tuli ini didampingi para penerjemah yang dimpimpin Rully Anjar, kepala kelas The Little Hijabi.

Di kelas ini, murid-murid jadi tahu pengalaman hidup dan pengalaman belajar para guru Tuli mereka. Selain itu, murid-murid jadi bisa ngobrol pakai bahasa isyarat, meski masih obrolan sederhana. Pokoknya fun dan bikin happy!

Video dokumenter kelas “Riuh di Tengah Sunyi”, belajar bahasa Isyarat bersama guru-guru Tuli dan penerjemahnya: