Tag Archives: Alicia Van Akker

Be A Great MC!

 

Siapa mau jadi MC? Ayo tunjuk tangan!

Jadi MC alias Master of Ceremony alias Pembawa Acara itu asik. Cuap-cuap, terus dibayar.  Eksis pula di depan pemirsa. Eh, tapi bener nih begitu?

“Everybody can speak, but not everybody  can talk”

Semua orang bisa ngomong, tapi belum tentu bisa berkomunikasi sebagai MC. Itu kata Alicia van Akker, yang akrab dipanggil Alice. Mbak ini adalah Guru #AkberBks28, kelas yang bertema “Be A Great MC”. Kelasnya berlangsung awal Mei 2014 di Cafe Delekker, Bekasi Square.

akberbks28 poster

Alice, MC professional pemegang sertifikat MC, bilang kalau MC itu kerjanya bukan cuma cuap-cuap di sebuah acara. MC itu tuan rumah sebuah acara. Dia tanggung jawab sama keberlangsungan acara. Mood-nya tamu-tamu di acara itu dibangun terutama oleh MC. Nah, karena itu tugas MC bukan tidak hanya ngomong, tapi juga mengajak audiens merasa nyaman.

MC juga harus menyembunyikan masalah yang ada. Mau di belakang panggung ada panitia cek-cok kek, mau ada listrik njegleg kek, mau ada pengisi acara ngambek kek, MC harus tau… dan harus menyembunyikannya dari audiens! Pendeknya, MC harus memuluskan jalannya acara.

Di sinilah skill MC sesungguhnya. Nggak cuma ngomong, tapi juga berkomunikasi yang menyenangkan dan efektif. Makanya, untuk jadi MC, mesti jago baca situasi, baik situasi ruangan, waktu maupun orang-orang di sekitarnya. Setelah itu, dari analisanya, MC harus bisa ngomong yang pas banget buat situasi tersebut. Tentu saja sambil tetap mengalirkan acara sampai selesai dengan sukses.

Persiapan yang harus dilakukan MC cukup banyak. Riset acara yang mau dipandunya, mengenal siapa penyelenggaranya, apa isi temanya, siapa audiens-nya, dan siapa pembicara-pembicara di acara tersebut. Perlu diingat, menyebut nama orang, nama tempat, nama organisasi, jangan sampai salah. Bayangin, kalau nama kamu salah disebut, hayoooo… tersinggung nggak? Nah, begitu juga orang lain. O iya, kalau perlu, MC juga tau curriculum vitae pembicara ya. Ini akan sangat membantu MC memandu acara.

Jadi MC itu harus punya artikulasi (pengucapan kata) yang jelas, intonasi yang enak didengar, menyampaikan dengan bahasa yang efektif sesuai karakter audiens, dan… kecepatan ngomongnya juga mesti sesuai. Acara anak muda atau acara hiburan, misalnya, butuh kecepatan ngomong  yang tinggi.

Ini nih bahan latihan buat speed reading test alias tes kecepatan membaca :

akberbks28 reading speed testing

Hasilnya?

Rata-rata: Lidah jadi belibet, nafas terengah-engah karena disuruh membaca cepat, pemenggalan kalimat nggak asik, belum lagi untuk mengucapkan nama-nama asal Rusia, Latin dan daerah2 Yugoslavia… susahnya minta ampun. Artikulasi juga kurang jelas. Ada sih murid yang sudah oke banget. Tapi itu cuman 2 orang, yang satu pramugari, yang satu lagi penyiar radio. Hahahahaa.

Puas berlatih speed reading test, Alice menyebut soal cue card. Apa tuh?? Cue card itu semacam kartu contekan MC. Idealnya MC sendiri yang membuat. Isinya berbagai hal yang berkaitan sama acara. Mulai dari rangkuman run-down acara, nama pembicara/pengisi acara, apa yang mau diisi, dan lain-lain yang penting.

“Tidak semua MC bisa membuat cue card, apalagi cue card yang bagus.” kata Alice. Tapi itulah tantangannya, iya kan yaaa?

Alice yang juga punya Rumah MC, sebuah agensi MC yang kliennya perusahaan swasta dan departemen pemerintahan, secara rutin mengadakan seleksi bagi para MC profesional untuk masuk agensinya. Naaaa, Alice pun membocorkan sejumlah tes untuk masuk Rumah MC.

Laluuuu Alice juga membocorkan cara mendapatkan sertifikat MC. Bukan Alice maupun Rumah MC lho pemberi sertifikat MC, tapi ada lembaganya. Asal tau saja, mendapatkan sertifikat MC ini tidak mudah. Tesnya segambreng. Tapi begitu dapat sertifikat MC, artinya kamu dapat pengakuan profesional sebagai MC. O iya, sekali lulus tes sertifikat MC, maka berlaku 5 tahun. Setelahnya mesti tes lagi. Dan kalau nggak lulus sertifikat MC juga mesti tes lagi. (Ya iya laaa).

Di antara bocoran yang dikasih Alice tentang tes sertifikat MC, ada satu yang lucu: Pakailah JAM TANGAN yang bagus. Kenapa? Karena kalo nggak lihat kamu pakai Jam Tangan, maka tim penilai mereka akan berpikir “Ini orang… nggak pake jam tangan… gimana bisa tau waktu?”. Ini nggak berlebihan. Seorang MC harus tau menghargai waktu, datang jangan telat, tau kapan waktunya nge-cut bicara orang, tau kapan acara berakhir.

O iya, ini penampakan Alice, guru #AkberBks28, yang akhir-akhir ini lagi mempersiapkan diri menembus kualifikasi jadi MC Kenegaraan (wuiiiiih… Semoga berhasil, Kaka Alice).

akberbks28 alice

Waktu ngajar Akber Bekasi, sebenarnya Alice lagi flu. Suaranya jadi bindeng seksi gitu. Hihihii. Tapi semangatnya untuk berbagi di Akber Bekasi tetap tinggi. Salut, Kakaaak…

Alice rupanya membiasakan dirinya, dan anak-anak komunitas Rumah MC, untuk bicara di depan umum untuk mengumpulkan “Jam Terbang“.

Jam Terbang ini penting buat MC. Supaya jadi piawai, seorang MC perlu mengumpulkan ribuan jam terbang. Nah, sharing di depan umum adalah salah satu caranya. Pertama-tama bicara ke 5 orang, setelah pede (percaya diri) coba bicara ke 10 orang, setelah pede lagi coba ke 100 orang, lama-lama 1000 orang, 10.000 orang, dan bukan nggak mungkin nanti bisa bicara ke 100 ribu orang. :))

Naaaah, gimana? Siap jadi MC (yang hebat)?

 

Iklan